Cara Dan Teknik Untuk Menanam Pepaya

gambar-pohon-pepaya-california

Cara Dan Teknik Untuk Menanam Pepaya – Pepaya yaitu tanaman buah dari famili Caricaceae. Tanaman ini datang dari Amerika Tengah serta Hindia Barat, dan lokasi sekitaran Meksiko serta Costa Rica. Pepaya tidaklah tanaman yang “rewel” lantaran pepaya gampang dibudidayakan serta bisa hidup di beberapa tempat, baik di daerah tropis ataupun sub tropis. Diluar itu buah ini dapat dapat hidup di daerah basah ataupun kering atau di daerah dataran rendah ataupun daerah pegunungan, hingga bikin tanaman pepaya tumbuh di nyaris semua belahan dunia.

Bila diliat dari faedahnya, Pepaya yaitu satu diantara type buah yang mempunyai banyak faedah. Terkecuali sebagai pencuci mulut serta mensuplai keperluan vitamin A & C, buah pepaya dapat juga di proses untuk jadikan makanan seperti dodol pepaya, sari pepaya, dsb. Didalam dunia industri, buah pepaya juga kerap jadikan bahan kombinasi pembuatan saus tomat. Terkecuali buahnya untuk dikonsumsi, sisi lain dari tanaman pepaya dapat juga digunakan untuk penyembuhan.

1. Pembibitan

Bibit yang bakal ditanam, di ambil dari biji-biji buah Pepaya yang betul-betul masak serta datang dari pohon pilihan.

Buah Pepaya pilihan yang bakal jadikan bibit lalu dibelah serta di ambil biji-bijinya. Biji yang telah di keluarkan lalu dicuci bersih hingga kulit ari yang membungkus biji terbuang, baru lalu dikeringkan ditempat yang teduh.

– Bibit yang telah dikeringkan setelah itu di rendam pada larutan POC NASA 2cc/liter sepanjang +/- ½ jam. Tiriskan benih itu serta tebari dengan Alami GLIO sebelumnya disemai didalam polybag memiliki ukuran 20 x 15 cm. Media semai yang ada didalam polybag itu adalah kombinasi tanah dengan pupuk kandang, semasing sejumlah 1 ember, ditambah 50 gr TSP, dan 30 gr Alami GLIO. Keperluan benih untuk tiap-tiap satu hektar tempat tanam sejumlah 60 gr benih atau sekitaran 2000 tanaman.

Bersihkan tempat yang bakal jadikan media tanam dari rumput, semak belukar serta kotoran, dan gemburkan tanahnya dengan memakai cangkul atau bajak. Buat bedengan memiliki ukuran lebar 200 – 250, tinggi 20 – 30 cm, panjang seperlunya, serta jarak antar bedengan 60 cm. Buat lubang diatas bedengan memiliki ukuran 50 x 50 x 40 cm dengan jarak tanam 2 x 2, 5 m.

Sesudah bedengan serta lubang tanam usai di buat, keringkan tanah sepanjang 1 minggu serta berikanlah pupuk pada tempat tanam itu sebelumnya ditutup kembali dengan tanah yang telah digabung dengan pupuk kandang yang sudah masak sejumlah 3 blek.

Bila tanah yang bakal ditanami mempunyai karakter asam dengan pH kurang dari 5, berikanlah ± 1 kg Dolomit sesudah pemupukan, serta biarlah sepanjang 1-2 minggu. Lubang-lubang tanam yang sudah berisi tanah bercampur pupuk kandang, setelah itu ditanami bibit-bibit Pepaya yang dipindahkan dari polybag.

3. Pemeliharaan Tanaman

Sepanjang masa pemeliharaan, penjarangan serta penyiangan mesti dikerjakan pada tanaman Pepaya. Lantaran mulai sejak awal penanaman benih melalui sistem persemaian, jadi untuk penjarangan praktis tak ada, tidak sama bila yang ditanam pada lubang tanam yaitu bijinya, penjarangan harus dikerjakan manfaat memperolah tanaman betina serta sebagian batang pohon jantan.

– Penyiangan

Untuk penyiangan, tak ada patokan saat yang tentu. Bergantung seberapa banyak rumput-rumput liar yang hidung di sekitar tanaman Pepaya. Begitu halnya sistem pembubuhan, kapan serta berapakah kali tempat tanam didangiri, juga bergantung dari kondisi.

– Pemupukan

Untuk memberi beberapa zat makanan yang dibutuhkan tanaman, Pepaya butuh dipupuk, intinya memakai pupuk organik. Pemupukan awal dikerjakan satu minggu sesudah tanam dengan memakai pupuk kimia sejumlah 25 gr Urea, 50 gr ZA, 50 gr TSP serta 25 gr KCl. Pupuk-pupuk itu digabung serta ditanam memutari batang tanaman.

Pemupukan ke-2 dikerjakan waktu tanaman berusia 3-5 bln., dengan komposisi : 50 gr Urea, 75 gr ZA, 75 gr TSP, serta 50 gr KCl. Untuk pemupukan ketiga diberikan dengan cara teratur satu bulan sekali ketika usia tanaman 6 bln. atau lebih. Pupuk yang dipakai yaitu : 60 gr Urea, 100 gr ZA, 75 gr TSP, serta 75 gr KCl.

4. Panen

Saat berusia 9 – 12 bln., tanaman Pepaya telah bisa dipanen. Untuk membedakan pada buah Pepaya yang telah masak dengan yang masihlah mentah, semuanya tentu sudah mengetahui, yaitu berubahnya warna kulit buah jadi kekuning-kuningan. Periode panen dari tanaman Pepaya umumnya dikerjakan tiap-tiap 10 hari sekali. Sesudah dipanen pepaya mesti disimpan dengan hati-hati lantaran buah ini rawan rusak baik daging ataupun kulitnya bila terserang bentrokan atau goresan. Taruh buah pepaya yang telah dipanen dalam ruang yang sejuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s